Arsip untuk Racau

Playlist of This Week

Beberapa minggu ini saya lagi pusing. Pusing berat malah. Banyak masalah yang seakan berkonspirasi untuk membikin kepala saya menjadi pusing lalu pecah dan isinya berantakan. Mulai masalah band, lalu mengenai tulisan buat majalah tahunan Tegalboto, harus mencari uang untuk bertahan hidup dengan mengerjakan proyek translate, harus menjadi pemain basket dadakan dalam dekan cup, menjadi panitia untuk Dekan Cup hingga masalah dengan mahluk-mahluk imut nan menggemaskan yang bisa berubah menjadi mahluk yang menyebalkan. Mahluk itu dipanggil dengan sebutan wanita…
Saat itu saya jadi kembali tersadar. Betapa terkadang hidup itu bisa begitu melelahkan sehingga kadang bisa membuat kita lupa untuk sekedar tersenyum. Saya sekarang jadi paham bagaimana perasaan orang yang suntuk akibat bekerja. Selama ini saya selalu santai dalam menghadapi semua masalah. I’ll finish it all with my smile and laugh. Ternyata sekarang saya tidak bisa menghadapi cukup dengan senyuman.
Lagu menjadi senjata saya untuk bisa berperang dengan semua masalah itu. Dan berhasil, masalah saya akhirnya bisa terselesaikan satu persatu. Puji Jimi Hendrix. Benar kata sang pembunuh tuhan bernama Nietsczhe bahwa hidup itu adalah seni menyelesaikan masalah. Dan hidup jadi lebih menyenangkan dengan adanya masalah, dan menjadi jaduh lebih menyenangkan saat masalah itu terselesaikan.
Berikut ini adalah beberapa “senjata” saya dalam minggu ini:

1. Wonderbra – Indie V: Ah, lagi-lagi saya jatuh cinta dengan band ini. Band ini selalu berhasil membuat saya jatuh cinta. Mulai dari suara sang vokalis yang menggelegar bagai petir, suara gitar yang meraung-raung bagaikan iblis yang menjerit, cabikan bass yang mencambuk telinga anda hingga dentuman drum yang tanpa lelah bertalu-talu menggempur gendang telinga anda. Lagu ini berbahasa indonesia, berbeda dengan lagu-lagu di album Crossing the Railroad yang kesemuanya berbahasa inggris. Rupanya band ini sedang mencoba merambah ke ranah yang baru. Pattern lagu ini tetap sama, mengandalkan vokal Thera dan cabikan gitar yang “liar” dari Nosa. Asep sang pemain bass juga dengan lincah memainkan senar bass. Lagu ini paling cocok di dengarkan setelah bangun di pagi hari sambil menikmati segelas kopi panas dan sepiring pisang goreng hangat. Luangkan waktu anda untuk menari sejenak bersama musik gila ini.

2. 70’s Orgasm Club – Indonesia Supermarket Bencana: saya selalu suka dengan musik blues funk. Sama seperti saya menyukai band ini. Anto sang gitaris sekaligus vokalis ini memiliki jari sakti yang langsung bisa menyihir anda melalui kuping. Suaranya mungkin biasa saja, namun permainan gitarnya bisa membuat anda pingsan. Lagu ini memiliki aura black music era 70-80-an. Mungkin sedikit kelemahan dari lagu ini adalah suara vokal kadang masih berkejar-kejaran dengan suara musiknya. Namun hal itu adalah wajar mengingat tingkat kesulitan bernyanyi sambil bermain gitar. Hal ini perkecualian jika anda adalah tipe vokalis-gitaris macam Charly ST12 atau Pasha Ungu. Saya pernah mencoba melakukan peran sebagai gitaris-vokalis di atas panggung, dan hasilnya adalah sebuah cover the SIGIT yang sangat buruk. Saya juga menyayangkan bagian solo gitarnya yang saya rasa kurang panjang mengingat saya sangat menikmati solo gitar dari musik blues funk (Anto: hey bocah ingusan! Kau pikir mudah membuat solo gitar yang panjang?!). kalau 70’s OC bermaksud membawa pendengar ke tahun 80-an, they did it! Mission accomplished.

3. Shaggy Dog – Lagu Rindu: ini lagu lama, dari album Kembali Berdansa. Namun entah kenapa saya kembali menyukainya. Apa karena suasana hati? Sumpah, dulu pas dengar lagu ini, aura musik ini belum keluar dengan maksimal, masih kalah dengan lagu Kembali Berdansa dan Jalan-Jalan. Namun di suatu malam di sekretariat Tegalboto, saya iseng mendengarkan Lagu Rindu. Dan saya tersentak! Lagu dari Pasukan Sayidan ini terdengar begitu jazz di kuping saya yang awam ini. Meskipun lagu ini berlirik sederhana, entah kenapa liriknya begitu terasa sangat dalam. Lagu ini sangat cocok di dengarkan di malam hari saat hujan deras turun. Oh ya, kalau anda menyanyikan lagu ini, anda harus mempunyai kharisma seperti Heru sang vokalis. Kalau anda tidak bisa menjiwai lagu ini, maka jangan pernah menyanyikan lagu ini di depan wanita incaran anda. Beberapa hari lalu saya coba melakukan hal itu. Dan hasilnya adalah wanita incaran saya itu berguling-guling sambil ketawa keras.

4. Sir Dandy Harrington – Ode to Antruefunk: dulu saya berpikir hanya Pidi Baiq yang bisa menulis lirik lucu sekaligus bermakna dalam secara bersamaan. Namun saat saya mendengarkan lagu ini, damn, the writer is a genius! Sir Dandy, saya rasa adalah sebuah antitesis dari sosok ideal seorang frontman band rock. Dia adalah anomali dari semua anggapan tentang bagaimana seharusnya vokalis band rock berbahaya. Tak perlu wajah tampan, suara bagus dan badan six pack untuk bisa jadi vokalis band rock yang keren. Jujur, dalam lagu ini, cara dia bermain gitar pun masih kalah dengan anak SMP. Di awal lagu saja sudah terdengar bunyi “teeot” pertanda ada kesalahan dalam memainkan nada. Suara dia pun sumbang minta ampun. Tapi jangan salah dan jangan mencibir, coba didengarkan lirik lagunya. Isi lagu ini bercerita tentang dia yang begitu mengagumi sang Antruefunk, gitaris dan vokalis dari band 70’s Orgasm Club. Begitu menghibur. Dan satu lagi, bagi saya, Sir Dandy masih jauh lebih baik kalau dibandingkan dengan vokalis band-band melayu saat ini. You rock uncle!

5. Sting – Englishman in New York: lagu ini juga lagu lama. Namun ya itu tadi, saya jadi sangat sering memutarnya belakangan ini. Suara Sting terdengar begitu serak-serak basah dan merdu secara bersamaan. Nuansa reggata de blanc terdengar padu dengan unsur jazz di pertengahan lagu. Ah, saya sangat cinta dengan lagu ini. I’m the englishman in new york…

6. Gugun and the Bluesbug – Spinning Around Me: kalau banyak orang bilang Gugun adalah titisan SRV, mereka salah. Gugun is so much better! Hehehe… entahlah apa pendapat saya itu benar, apa hanya karena saya begitu terpesona dengan lagu ini? Sama seperti lagu Wonderbra, Spinning Around Me sangat cocok kalau di dengarkan di pagi hari saat tetangga masih pada tidur. Nyalakan perangkat sound system anda pada titik paling keras, dan putar lagu ini. Dijamin anda akan di usir dari kamar kos anda saat itu juga. Ah, saya cinta blues! Saya cinta funk! Dan saya cinta Gugun! Oh ya, jangan lupa ritual berdansa saat mendengar lagu ini, kalian harus melakukan itu!

7. AKA – Shake Me: Puji Janis Joplin! Dulu waktu masih SMP, saya hanya tahu God Bless sebagai raja musik rock Indonesia. Namun setelah sedikit berumur, saya tahu bahwa ada band bernama AKA yang bahkan jauh lebih gila dan jauh lebih rock dibanding dengan God Bless. Sejak itu saya menisbatkan AKA sebagai raja rock musik Indonesia dalam hati saya. Ugh! Apa yang bisa membuat penggemar rock tidak suka dengan dengan band ini? Nyaris tidak ada! Mulai dari vokalis Ucok yang seperti penjelmaan Jim Morrison (meski kalah tampan) yang selalu bisa memadukan unsur “the other side” dengan musik rock. Musik perpaduan funk, hard rock dan psychedelic. Oh ya, apa sudah saya katakan bahwa pronounciation Ucok sangat-sangat sempurna? Maafkan saya eyang-eyang God Bless, dengan terpaksa kalian harus menjadi pangeran rock saja.

Komentar bertahan »

Nama Saya Muhammad- Kus Nandar

“Nama saya Kusnandar, pake strip tapi. Jadi Kus-Nandar” seorang lelaki berumur awal 30-an itu mulai berbicara dengan artikulasi yang tidak jelas.
Saya mengenalnya saat saya mulai masuk ke Organisasi Pers Mahasiswa Tegalboto. Saat itu, waktu semua anak sedang menyimak pembekalan materi, pria ini duduk dengan khusyuk di pojokan ruangan.
Semula saya sangka dia adalah salah satu senior di Tegalboto. Namun saat saya mulai mengobrol, jelas sudah, dia bukan anggota di Tegalboto, apalagi senior.
“nama saya Nandar. Lengkapnya Muhammad Kus-Nandar, pake strip.” Kalimat perkenalan yang ramah itu selalu dia ulang saat bertemu dengan orang baru. Hal itu tetap dilakukannya meski dia sudah melakukan hal yang sama pada orang yang sama.
Entahlah, namanya selalu berubah sesuai dengan moodnya. Pernah suatu saat dia mengganti namanya menjadi Rhoma Kusnandar, tanpa strip antara Kus dan Nandar. Hal itu dilakukannya saat dia kembali menyukai sang raja dangdut yang dengan gagah menumpas penjahat dengan gitar yang digendong dalam film Ksatria Bergitar.
“Anu, itu, nama saya Rhoma Nandar. Saya itu ikut Tae Kwon Do. Saya bisa jurus elang, sama seperti Rhoma Irama”. Itulah kata-katanya seusai film Ksatria Bergitar usai. Namun tidak jelas, apa benar dia pernah ikut Tae Kwon Do. Tak jelas juga apakah jurus yang dipakai sang raja gitar itu jurus Elang apa bukan.
Cak Kandar. Begitulah saya dan semua anak-anak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) memanggilnya. Dia adalah sosok legendaris di PKM.
PKM ini adalah suatu kompleks dimana sekretariat-sekretariat UKM tingkat Universitas berkumpul. Ada Tegalboto yang organisasi pers. Ada USEF yang UKM bahasa Inggris. Ada pula KSR, korps sukarela Palang Merah Indonesia. Hingga UKM Kesenian yang keren abis.
Tak ada yang tahu dengan jelas kapan Cak Kandar mulai ada di PKM. Beberapa orang bilang, sejak dia SD, dia sudah mulai membantu membersihkan sampah dan daun-daun kering yang mengotori PKM.
Ada yang bilang, sejak revolusi mahasiswa tahun 1998 Cak Kandar sudah mulai aktif hadir di PKM, sering ikut rapat malah. Tak ada yang tahu dengan jelas tentang asal-usulnya yang sedikit misterius.
Tugas Cak Kandar sendiri tidak jelas. Kesehariannya hanya berkisar pada bangun pagi, bersihin sampah,  menyapu pelataran sekret, mengisi air di bak mandi dan hal tetek bengek lainnya.

dsc_1531-edit1

***

Tapi di suatu malam yang sedikit riuh dengan suara para anggota Tegalboto lainnya, saya mengobrol dengan Cak Kandar.
“Cak, sampeyan kapan lahirnya?” tanyaku sambil memainkan nada E pada gitar bolongku. Aku menyanyikan lagunya Superman Is Dead yang berjudul Lady Rose. Cak Kandar duduk di sebelahku sambil menghisap rokok illegal bermerk Gagak Hitam.
“Anu, itu, saya lahir tahun 78” jawabnya dengan artikulasi yang tampak seperti orang mabuk. Bicaranya ngebut, terlalu cepat hingga kadang-kadang kalimatnya tak dapat ditangkap oleh kuping dengan jelas. Orang Banjar menjuluki gaya bicara seperti ini dengan sebutan besosolen. Saya juga kadangkala berbicara seperti ini.
“tanggal ama bulannya Cak?” aku bertanya sambil tetap memainkan Lady Rose dengan khusyuk.
“itu, 2 Mei di Jember” dia menjawab sambil menoleh padaku. Tatapannya polos, seperti anak kecil.
“kamu dulu sekolah ta Cak?” aku penasaran dengan latar belakang pendidikannya. Dia sendiri bisa baca tulis dengan lancar. Bahkan beberapa kali dia menulis puisi di sembarang kertas.
“Anu, saya dulu sekolah di SD Muhammadiyah. Trus masuk SMP kelas 1 carturwulan II saya berhenti. Pelajarannya susah.” Jawab dia sambil menghembuskan asap nikotin yang dengan segera menggelitik hidung saya.

Saya jadi berpikir sendiri. Orang-orang seperti Cak Kandar ini rawan menjadi korban bullying. Gaya dia berbicara dan berjalan mengesankan Cak Kandar seperti orang yang terganggu mentalnya, meski tak begitu adanya. Mungkin hanya ada sedikit kelambatan proses berpikir dalam otaknya. Dan saya yakin, Cak Kandar sama sekali tidak idiot.
Hal ini dibuktikannya dengan mampu mengingat nama-nama orang dengan jelas. Dia ingat beberapa anggota Tegalboto angkatan awal, tahun 95-an. Saya sendiri kaget dengan kehebatan daya ingatnya ini.
Lalu dia bercerita dengan jelas soal pengalamannya pergi ke Bali bersama beberapa anggota UKM Kesenian.
“itu dulu saya pergi ke Bali. Tahun 2001. Saya, Mas Bagus dan Mas Uwul minum arak Bali dari panci.” Dia bercerita dengan semangat tentang pengalamannya pergi ke Bali dan minum arak bersama beberapa anggota UKM Kesenian. Dan dua nama orang yang disebutnya itu adalah anggota UKM Kesenian angkatan lama.
Saat di Tegalboto pun, dia masih mampu ingat nama Mas Apen. Mas Apen ini sendiri sudah beberapa tahun lulus kuliah dan meninggalkan Jember. Sempat kerja menjadi wartawan Jawa Pos, kini ia menjadi aktivis sebuah LSM. Mas Apen, gimana kabarmu?
Mungkin inilah bukti bahwa tuhan itu maha adil.  Saat Cak Kandar yang lemah dalam kemampuan berpikir dan berlogika, tuhan menganugerahkan daya ingat yang luar biasa pada Cak Kandar.
Percakapan saya harus terhenti karena Cak Kandar disuruh membeli rokok oleh Romdhi, anggota lama Tegalboto yang sekarang sukses menjadi fotografer.
“nanti disambung lagi Cak!” sahutku lantang saat dia sudah mulai menjauh.
“iya!” dia juga berteriak dengan semangat.

***

Saat itu tanggal 7 April 2009. Malam itu Romdhi baru datang dari Bali. Kebiasaan dia saat datang dari Bali adalah membawa oleh-oleh paling khas dari Bali, Arak Bali. Orang-orang menyebutnya Arak Api. Karena menurut orang yang pernah merasakan rasa Arak itu, saat minum, perut akan terasa panas seperti disulut api.
Romdhi sendiri sudah mengenal Cak Kandar sejak awal dia masuk kuliah pada pertengahan 2002. Sudah hampir 7 tahun.
Setelah menghabiskan waktu selama 6 tahun lebih dalam misinya merebut title Sarjana Sosial, waktunya sekarang dihabiskan dengan menjadi fotografer. Kebanyakan dia mendapat order memotret model dan pre-wedding. Kualitas fotonya sendiri memang mengagumkan. Tak kalah dengan fotografer ibu kota.
Romdhi juga sering keluar kota saat mendapat orderan pre-wedding. Seperti di Bali ini contohnya. Dan yang tak pernah absen saat Romdhi datang dari Bali adalah buah tangan berupa berbotol-botol arak bali. Sedap bukan?
Cak Kandar adalah peminum alcohol yang kuat.

Kesan itu yang saya tangkap saat Romdhi dan beberapa anggota Tegalboto angkatan lama minum arak Bali bersama Cak Kandar. Kalau gak salah, itu terjadi pada awal tahun 2008.
Hanya arak ukuran satu botol aqua  sedang saja yang diminum bareng. Saat itu ada Mas Apen, mas Wendra, Mas Lutfi, Cak Kandar dan Romdhi sendiri. Saya sendiri bukan peminum alcohol. Jadi saya hanya ikutan nimbrung saja.
Saat itu Cak Kandar “dikerjai” oleh Romdhi. Berkali-kali Romdhi bilang pada Cak Kandar kalau Romdhi sudah dapat giliran minum, tinggal Cak Kandar yang belum. Jadilah Cak Kandar harus berkali-kali minum, sedangkan teman minum yang lain hanya 2 atau 3 kali saja.
Namun hasilnya luar biasa. Romdhi yang pada akhirnya duel minum dengan Cak Kandar, harus terkapar lebih dahulu. Dia juga jackpot berkali-kali. Cak Kandar? Dia tetap segar bugar sembari terus menyanyikan lagu-lagu Rhoma Irama dengan lantang di tengah hening malam.
Sejak itu saya berpikir Cak Kandar adalah jagoan soal minum alcohol.
Namun di malam 7 April itu, teori saya harus runtuh dan sedikit di dekonstruksi. Cak Kandar akhirnya terkapar karena menenggak Arak Bali terlalu banyak.
Saat tahu Romdhi membawa arak, Cak Kandar sontak gembira. Tengah malam, dia datang ke secret Tegalboto. Romdhi sendiri sudah menunggu dari tadi.
Menunggu kesempatan mengerjadi Cak Kandar tepatnya.
Adegan satu tahun silam itu kembali terulang. Cak Kandar harus rela minum terus-terusan karena keluguannya.
Romdhi sendiri tidak minum arak api itu sama sekali. Hanya dia sesekali berpura-pura minum. Dia berakting seperti meminum dan mengeluarkan mimik muka kepahitan karena minum arak. Namun setelah itu, dia langsung menyodorkan sloki pada Cak Kandar.
Hal itu terjadi berulang kali sampai…
“sudah, saya gak kuat sudah…” Cak Kandar berkata dengan lirih dan suaranya makin berat akibat pengaruh alcohol.

dsc_1543-edit1

Tapi dasar orang iseng, si Romdhi malah terus memaksa Cak Kandar untuk terus minum.
“ayo Cak, masa gak kuat? Namamu ini sudah terkenal sampai mana-mana lho Cak. Terkenal sebagai peminum terkuat di Unej” goda si Romdhi dengan seringai yang licik. Aku hanya bisa ketawa melihat adegan itu.
“ini Nuran ini. Ayo minum” ajak Cak Kandar pada saya yang dari tadi ketawa terus.
“Saya kan gak minum Cak” sahutku dengan ketawa yang tak bisa berhenti.
Dan adegan itu pun terulang lagi. Cak Kandar dengan gagahnya terus minum arak yang rasanya seperti api itu. Tanpa terasa ¾ isi botol sudah kosong, masuk ke dalam perut Cak Kandar.
Alcohol itu lalu beraksi. Membuat kerja otak dan mulut tidak sinkron. Akibatnya, Cak Kandar mulai meracau. Kali ini tentang pengalaman seksnya.
“saya dulu anu, pernah “maen” ke Dolog” kata Cak Kandar dengan mantap. Dolog itu adalah satu kompleks prostitusi kelas bawah di Jember. Ada anekdot, saking murahnya harga vagina disana, bahkan bisa ditukar dengan sebungkus nasi.
“gimana rasanya Cak?” tanyaku memancing. Ah, rupanya saya sedang ingin usil malam ini.
“rasanya keri-keri gimana gitu!” katanya dengan tampang yang polos . Keri itu bahasa Jawa untuk geli.
Lalu dia meracau tentang awal mula dia merasakan seks. Waktu itu dia diajak para tukang becak di sekitar PKM yang sedang ingin melepaskan sperma. Jadilah Cak Kandar yang tak tahu apa-apa itu mengiyakan ajakan para tukang becak itu. Dan, pengalaman penetrasi sekaligus ejakulasinya yang pertama itu begitu melekat di benaknya, bahkan hingga sekarang.
“ah, saya gak kuat saya. Udah, berhenti saya” dia kembali mengerang karena sudah tak kuat menenggak cairan api itu.
Namun tangan Romdhi yang usil terus mendorong gelas pada mulut Cak Kandar.

dsc_1538-edit
“terakhir ini Cak, trus selese” kata si Romdhi dengan senyumnya yang lebar.
Dan setelah gelas terakhir itu, robohlah Cak Kandar. Kepalanya mendarat di bantal empuk yang ada di sebelahnya. Matanya separuh menutup. Pupilnya sudah mendongak ke atas. Tinggal bagian warna putih yang terlihat. Cak Kandar sudah tak sadar.
Namun, 15 menit kemudian, terdengar erangan dari mulut Cak Kandar.
“saya mau muntah. Saya muntah” dia kembali meracau, sambil merangkak menuju pintu. Saying seribu sayang, muntahnya sudah terlalu lama mengendap, dan tahan untuk segera keluar. Jadilah sedikit muntahan tumpah di karpet. Ah, pasti besok para wanita Tegalboto akan marah-marah.
Cak Kandar pun akhirnya berhasil keluar. Lalu tiba-tiba suasana menjadi hening. Tak ada suara muntah Cak Kandar. Aku pun sedikit ketakutan, takut Cak Kandar mati gara-gara overdosis alkohol.
Aku menengok ke depan. Rupanya Cak Kandar tertelungkup pasrah di dekat kolam ikan. Disamping tempat sampah tepatnya. Dia sudah tak kuat berdiri lagi, jadilah dia ambruk disana.

dsc_1549-edit
Sontak aku langsung berusaha membangunkan dia. “Cak, bangun Cak, ayo muntah dulu” kataku sambil berusaha membopong Cak Kandar. Romdhi sendiri hanya bisa ketawa-ketawa. Dasar!
Akhirnya aku urut bagian leher belakangnya. Dan keluarlah cairan berwarna kuning kental dari mulut Cak Kandar.

dsc_1542-edit

Giliran aku yang ingin iseng. Aku ambil sandalnya Romdhi, lalu aku taruh tepat di bawah mulut Cak Kandar. Jadilah muntahannya jatuh tepat di sandalnya Romdhi.
Setelah puas muntah, Cak Kandar langsung merangkak lagi menuju sekret. Dia langsung jatuh terkapar dengan mata seperti orang sedang trance.
Jagoan minum dan pria yang menguasai jurus elang ini akhirnya roboh. Tak kuat menahan serangan yang bernama tipu daya…

***

Sebelum saya memposting tulisan ini, saya ngopi di depan PKM. Ikut bersama saya, ada kawan-kawan Tegalboto macam Dyah, Aris dan Erwin. Tak lupa, the one and only Cak Kandar ikut juga bersama kita.
“itu, sekarang nama saya Muhammad strip Kus. Nandar-nya dipisah. Panggilannya Kandar” kembali suara ramah perkenalan itu meluncur dari mulut Cak Kandar. Namanya ganti lagi rupanya. Jadi sekarang, kalau ditulis, namanya adalah Muhammad – Kus Nandar.
Setelah menghabiskan segelas kopi tubruk, dia pulang ke sekret Tegalboto.
“Saya ngantuk. Mau tidur. Kamu gak tidur?” Tanya Cak Kandar pada saya. Saya menjawab kalau saya sedang menulis. Setelah mendengar jawaban itu, dia langsung menimpakan kepalanya pada bantal yang sama dengan bantal yang ditidurinya saat sedang mabuk arak Bali itu.
Kawan, perkenalkanlah temanku. Jadikanlah dia temanmu juga.
“nama saya Kandar. Nama lengkapnya Muhammad – Kus Nandar.” Tiba-tiba suara itu kembali terngiang pada telingaku. Mungkin dia juga akan mengatakan hal yang sama padamu nanti.

Komentar (1) »

Kenapa Harus Ada Writer’s Block?

Bangsat! beberapa hari setelah pulang dari perjalanan panjangku, aku merencanakan untuk segera menuliskan catatan perjalananku. tapi tahu tidak?

i suffered writer’s block folks!! damn! pernah kan ngerasain, ada banyak hal menari di otak yang harusnya bisa ditransfer ke bentuk tulis, tapi kamu gak tahu apa yang harus ditulis? dan betul kata orang, memulai adalah hal yang paling sulit. saat ini aku bingung mau nulis catatan perjalananku dari mana.

apakah ini artinya aku harus mendapatkan suntikan lagu? The SIGIT misalnya? atau teriakan dan musik penuh semangat dari Wonderbra? atau permainan liar Stevie Ray Vaughan? atau mungkin racauan kelam Jim Morisson dan The Doors-nya? ah entahlah, tapi satu yang pasti, aku sudah lama tidak mendengarkan lagu-lagu inspiratif yang selalu menjadi kafeinku saat menulis. karena komputerku ada di kos-an dan saat ini aku masih belum ke kos-an sama sekali ( terhanyut enaknya masakan rumah yang sudah lama tidak kurasakan ).

ya sudahlah, mungkin sekian aja tulisan pendekku kali ini. aku sedang tak ingin berlama-lama di warnet busuk yang dijaga oleh mbak-mbak genit…

satu hal yang ingin kutanyakan pada diriku sendiri :

aku menderita writer’s block, tapi kenapa bisa nulis postingan ini? aneh memang…

Komentar (7) »

1 Juni 2008…??

Fuhhh… setelah berhari-hari kepala sedikit seperti mau pecah, akhirnya hari ini aku dapet kesempatan untuk sedikit menyegarkan pikiran dan menormalkan kembali otakku. Kesempatan itu datang saat Miko menawari untuk pergi ke kolam renang. Ngapain ke kolam renang? Uhhhh, banyak sih, mulai dari mengintip cewek ganti baju, menggoda mbak penjual tiket dan… renang! Ya iya lah goblok!

Jadilah sore itu, menjelang maghrib kami berangkat menuju kebon agung, salah satu kolam renang terkenal di jember. Olalala, ternyata ada peraturan baru di Kebon Agung. Setiap hari senin- sabtu, jam buka hanya sampai jam 18.00 saja. Sementara saat itu waktu sudah menunjukkan jam 18.30. akhirnya kami pun pergi ke Bandung Permai, kolam renang yang terletak di depan saklah satu took gudang rabat. Oh ya, kali ini aku tidak hanya ditemani Miko, tapi ada juga si Koko, teman 1 SMA si Miko di Malang dulu. Si Koko ini nanti akan banyak membawa aib bagi aku karena dengan bangganya mengumumkan diri sebagai pasangan homoku, huahahahaha, parah!!!!

Intinya, malam ini kami bisa dengan santai melepas semua beban. Menggerakkan badan, tangan, kepala dan kaki untuk membelah air yang berwarna kehijauan karena efek dari kaporit. Tidak banyak pengunjung yang datang di kola mini, karena memang waktu sebenarnya sudah cukup malam untuk mencemplungkan diri di kolam renang.

Oh ya, si Miko kali ini dengan membawa kamera DSLR Nikon D 60-nya berhasil membujuk aku untuk menjadi “kelinci percobaan” fotografinya. Aku disuruh berkali-kali melompat ke dalam kolam hanya untuk mendapatkan gambarku yang melayang dan masuk ke dalam kolam. Dan yang membuatku pengen nenggelamin si Miko ke dasar kolam adalah banyak dari jepretannya gagal. Ada yang terlalu cepat lah, gak focus lah, kurang pencahayaan lah dan segala macam alasan tolol lain yang berhasil membuatku ngos-ngosan karena harus berkali-kali naik-lompat kolam… tapi overall, beberapa foto cukup bagus hasilnya. Nice pict!

JUMP!!!

sok iye! padahal tampang kayak tukang buah! hahahaha

hehehe, ini aku yang moto…

3 orang homo?? ugh!!! threesome?? uweek!!!

L-Men Of The Year? huahahahaha!!!!

Nuran Cakep??? huahahahahahahahaha!!

Okeh. Cukup cerita renangnya. Setelah badan cukup segar karena efek olahraga, perjalanan malam ini dilanjutin dengan survey soal harga tiket ke Makassar. Buat yang belum tahu, seandainya Allah ngijinin, aku akan berangkat ke Makassar tanggal 7 Juni 2008 ini. Harga tiket mulai Rp.228.000 sampe Rp.270.000. Lama perjalanan kira-kira 1 hari 1 malam. Yah, moga-moga saja perjalanan kali ini jadi dan berhasil, amin!

Setelah survey harga tiket ke Makassar, kami berencana makan. Tapi ndilalah ada demo di bunderan DPR. Demo yang dilakukan oleh beberapa organisasi extra ini ternyata bukan demo BBM. Mereka demo untuk mengkritik ulah FPI yang semakin lama semakin arogan dan sering memakai kekerasan dalam aksinya. Demo ini berjalan tertib dan damai. Jauh dari kerusuhan yang sekarang ini menjadi sahabat karib dikala demo. Jadilah kami turun sejenak dari motor tua Miko, lalu sedikit meliput dan memotret. Setelah itu baru makan.

Sok Abstrak, padahal amatir, huahahahahaha

Huffff, hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan telah berakhir seiring aku berada di atas karpet merah, alas lantai Tegalboto yang menyimpan jutaan makna…… dan liur, hehehehe. It’s time for me to take some sleep, cause tomorrow will be better, and harder…

See you again…

Rock On!

Komentar (3) »

Mossad or Mozart?

KISAH TOLOL HARI INI

Di suatu pagi buta, dua orang laki-laki mirip homo sedang menaiki motor tua menelusuri jalan Jawa. Di tengah kantuk yang menyerang karena mereka sama sekali belum tidur semenjak kemaren, mereka berusaha mencari sarapan karena perut yang semakin melilit. Dua laki-laki mirip monyet yang lagi garuk-garuk burung itu adalah si Miko dan Nuran yang tidak lain tidak bukan adalah pemilik blog nista ini…

Miko: Ran, Mozart iku soko endi?

Nuran: (sounds like Mossad to my ears) Israel kan…

Miko: Hah?! Mozart iku soko Israel ta? (ekspresi terkejut tak mengira Israel bisa melahirkan pemusik klasik selain para pejabat negara yang bengis seperti setan)

Nuran: Lah kan emang bener, Mossad iku agen rahasiane Israel…

Miko: (Mossad terdengar seperti Mozart di telinganya) hah?! Mozart iku agen rahasia?

Begitulah kalau dua orang tolol sedang bercengkrama. Pelajaran moral paling penting: Biasakan membersihkan kuping anda seminggu sekali…

Komentar (2) »

INFLUENCE OF MOTIVATION IN THE LANGUAGE LEARNING

Introduction

Motivation is one of the most important things in human life. Many life has been change because motivation. Ray Charles, a blind Negro from Brooklyn, become one of the best pianist in the jazz world. Django Reindhardt, in age of 15, half of his body and his left hand burned, when he tried to get into a burning caravan to save his guitar. Many people said that he can’t play guitar any longer. Yet, because of big motivation from himself to play guitar again, he did it. And he becomes the most famous and the most legendary guitarist in jazz music.

 

 

 

Joe Satriani and Yngwie Malmsteen, inspired and motivated to play guitar after saw Jimi Hendrix burial. Their life totally changed after that case. And now, they become 2 of the greatest guitarist in the world.

Those examples show us about how motivation can motivate someone, can push someone, and make someone do some action to reach their dream and their vision. Now, how about in language learning? Does motivation influence student in language learning?

  1. Motivation

What is motivation? Many people try to describe the definition of motivation in their own ways. We can see one of them in Introduction of Psycholinguistic class. “Motivation is inner drive, impulse, emotion or desire that moves someone to a particular reason”.

I found any other definition from one web in internet. “Motivation is a mentality power that moves and pushes human behavior, including to study”. In motivation, there are many elements, which are desire, hope, aim, and incentive. (http://haveza.multiply.com).

In the book “Module Character Building I” published by Elex Media Computindo and Bina Nusantara University, it stated that “motivation is a ability which exist in every human being”. Motivation exists because every person wants to reach his/ her dream, so there will be a motivation inside.

  1. Kind of Motivation

Many of Psychologists stated that motivation can be divided into two kinds. Based on Psychology note on Introduction of Linguistic class, we can divide it into :

1. Instrumental Motivation: Refers to motivation to acquire a language as means for attaining instrumental goals; furthering career, reading technical materials, translation and so forth.

2. Integrative Motivation: Is employed when learners wish to integrate themselves within the culture of second language group, to identify themselves with and become a part of that society.

Based on Abin Syamsudin Makmun (2000), motivation can be divided into two terms:

1. Intrinsic motivation: a motivation that comes from us, our self. Django Reindhardt and Ray Charles are the examples of someone who has moved by intrinsic motivation. In students, by having this motivation, usually, those students will learning the language for the best result, with our without price or punishment from the teachers.

2. Extrinsic Motivation: a motivation that comes from outside. Joe Satriani is the example of someone who has moved by extrinsic motivation. He wants to play guitar after see the funeral of Jimi Hendrix. For students, they usually learn language for some prices or afraid of teacher’s punishment.

From those terms of kind of motivation, which one is the most important? Brown (2000) affirmed that intrinsic motivation is more important than extrinsic motivation, especially for long term retention. By having intrinsic motivation, the students will realize that they need to learn and they must learn for their own succeed. They will do it with or without price, award or afraid of teacher’s punishment.

And how to stimulates the intrinsic motivation from the students? Zoltan Dornyei and Kata Csizor in Brown (2000) explain that there are many ways to stimulate the intrinsic motivation, examples that recommended are:

  1. Optimize the application of study’s principle

- Knowing the basic aim of study

- Try to solving the student’s problems in language learning

  1. Create a pleasant condition for study

  2. Make a kind relationship between teacher and student

  3. Improve the self confidence of student in language learning

***

  1. Conclusion

From the explanation above, we can know that motivation is so important in many ways. Anyway, every person, every human being having a motivation inside them. All we have to do is stimulate that motivation so it can moved us to get and reach our dream.

Anyhow, we can conclude that, basically, intrinsic motivation is more important and stronger than extrinsic motivation. And we can make that intrinsic motivation comes out by stimulate our self.

Yet, it could be better if we combined those motivation become one. By combined those motivation, it can make a great impact in how we supposed to do in language learning. A great motivation from inside will be nothing without support from our environment. Furthermore, great motivation from outside will be useless without motivation from inside.

***

 

 

 

Bibliografi

  1. Gea, Atoshoki Antonious S.Th., MM & Wulandari Panca S.Sos, Relasi Dengan Diri Sendiri, Elex Media Computindo, Jakarta, 2002.

  2. http://haveza.multiply.com

  3. http://www.pikiran-rakyat.com

  4. Introduction to Psycholinguistic notes by Drs. Hadiri, MA and Agung Tri W., SS., Mpd.

Komentar (3) »

I Bet You Gonna Love This Pict…

Pas lagi googling di suatu pagi buta, entah karena bosen atau karena lagi kumat, aku iseng ngetikin “foto aneh dan lucu” di search box. dan google memang terbukti masih yang terbaik dalam kompetisi search engine. aku berhasil dapat foto yang unik dan lucu. komen orang yang udah melihat ini adalah, sebagian besar, “Foto yang aneh”. entah kenapa orang ini begitu banyak dicerca oleh masyarakat Indonesia. apa karena kelakuannya yang mengganti nama aslinya, SAMIJAN, menjadi nama yang sekarang, ata karena attitude lain yang menyebabkan dia dibenci sekaligus dicerca oleh banyak orang. only god knows why… jadi, silahkan nikmatin foto ini. jangan salahkan aku kalau anda mati terduduk di depan monitor komputer karena kebanyakan ketawa. dan jangan salahkan aku kalau anda ditimpuk orang disebelah anda karena anda tertawa terlalu keras. so, Please enjoy this great pict.

Courtessy of: http://wodjo.wordpress.com

Do u recognize this man? do you have any comment or opinion from this one of the most interractive guys in Indonesia? if you do, please let me know it. just write down your comment. as many as possible. by the way, anda mati tertawa atau ditimpuk? please let me know it too…

Komentar bertahan »