DVD / VCD Bajakan…siapa yang untung,siapa yang buntung??

Kemaren,saya ngobrol ma Rikian ( yang dijuluki Kutu Kupret Bandung oleh sesama Kutu Kupret,tapi yang ini dari Surabaya,Si Ayos )..Pertama2 kita ngobrol masalah Film,lalu lama2 merembet ke masalah DVD bajakan…

Si kutu kupret manis ini ( ehmm…!! ) bilang kalo kita membeli DVD bajakan,kita sama2 untung.si penjual dapet duit buat makan,dan kita bisa nonton film yang bahkan belum rilis di Indonesia..

Tapi coba pikir,siapa yang sebenernya lebih diuntungkan dari peredaran barang2 bajakan itu?kita bisa bilang kalo produsen besarnya yang sangat diuntungkan.mereka bisa menjual barang2 itu tanpa takut ditangkap,karena sudah jelas yang bakalan di obrak abrik,di razia,ditangkap dan barang dagangannya disita adalah para pedagang kecil yang menjualnya.polisi pun gak bisa menangkap para pengedar besar itu,karena rapinya jaringan mereka dan besarnya duit yang mereka punya.Polisi hanya bisa merazia pedagang kecil,menyita barang mereka,padahal mereka berjualan hanya untuk mencari sesuap nasi untuk mengisi perut mereka..

Gak salah kalo kita berpikir itu dari sudut pandang si Rikian dan jutaan penikmat video bajakan lainnya.istilahnya kita memberikan penghidupan bagi para pedagang video bajakan itu.tapi cobalah melihat dari sisi seniman yang telah mengerjakannya.bayangkan anda seorang musisi / pekerja film yang hasil karyanya dibajak semena mena…marahkah anda??kalo anda gak marah,lebih baik anda mati saja ( guyon…hihihi.. )

Sebenernya kalo kita mencari ini kesalahan siapa,tentu gak akan pernah ada juntrungNya,mbulet,seMbulet wajah si Ayos.gak akan selesai2…tapi kalo aku bisa menyalahkan,aku akan menyalahkan pemerintah,disamping mental rakyat kita yang ancur…

Entah ni bener apa salah,setau aku,yang menentukan harga tarif kaset2 itu adalah pemerintah.pemerintah menetapkan tarif yang tinggi buat kaset2 original,sedangkan kondisi perekonomian rata2 rakyat indonesia masih dibawah bagus.tentu mereka akan berpikir 1000X untuk membeli kaset original yang harganya bisa mencapai ratusan ribu.mungkin mereka berpikir lebih baik uangnya dibelikan beras serta lauk pauknya,ketimbang dibuat membeli kaset.itu sebabnya para pembajak berpikir Indonesia merupakan pasar yang potensial buat peredaran film2 ato musik2 ato barang2 bajakan lain.gak salah kalo Indonesia masuk 5 besar di dunia sebagai negara yang banyak terdapat barang bajakan.Hal ini diperparah ama mental rakyat Indonesia yang suka barang2 murah,meski gak asli ( termasuk saiah… )

Rocky Balboa,film yang kemarin saya obrolin ma Rikian…

Bener kata Riki yang kemaren bilang : ” 25rb buat nonton bioskop??gak logis !! ”

So,semua terserah pada anda.seperti yang selalu saya katakan ” Berpikirlah dan lihatlah segala sesuatu dari 2 sisi.dan gunakan hati nurani anda… ”

STOP PIRACY,PIRACY IS A CRIME

Nb: Thanx buat Rikian Kutu Kupret Bandung yang manis buat inspirasinya😉

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Rikian said,

    Eeeeeeeeh, pake bilang kutukupret lagih…gara2 ayos…sial…awas aja tuh anak ngefitnah fitnah guaaaa…!!!!

    Ehm, ya aloooh dibilang manis…hihihihihihii…akhirnya genap juga daftar orang yang memuji saya…anda adalah orang ke SEPULUH RIBU…setelah 17 setengah tahun saya hidup, daftarnya ga nambah..teteteteeeeeeeeeetteteteeeeppppp aja 9999 orang..

    Kalo dibilang sapa yang salah ya tentunya si penetap tarif biskop itu lahhh trus keduanya si penetap tarif DVD/VCD orgi…kalo mereka ngasih tarif yang sedikitnya agak logis…(ya seperti 1000 gituh untuk nonton bioskop…hehe..kok kayak ke toilet yah…), ya pastinya si bajakan2 itu (mungkin) bisa terminimalisir..ya ga..??? Persoalan pertama kenapa sampe ada yang namanya bajakan kan karena si produsen gila itu ngliat peluang harga yang mahal bisa dibikin murah…coba kalo peluang itu nggak ada, ya nggak akan ada lah si bajakan…logikanya pembeli kan, “Kalo yang asli murah, ngapain beli yangbajakan..???”
    Tapiiiiii…ternyata bhb itu peluang nggak mungkin ada, ya si bajakan bakal tetep ada…
    Trusssss…ya orang2 spt saya juga salah sih…masih aja beli yang bajakan…produsen akhirnya nggak mau disalahkan soale mereka punya argumen, “Lho, masyarakat juga pada beli kok! justru mereka nyari!”
    nah, jadi…????
    Ya udah kacau…
    Trus…
    Ya udah ah, dah bel masuk nih…dadadadah..

    Terimakasih telah mengeksiskan saya!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. 2

    ayospe said,

    gini, yang salah tuh CDnya kenap tuh CD mau-maunya dibajak? bukankah fitnah lebih kejam daripada pembunuhan? (lho) CD memang selalu saj abikin masalah, terakhir kali, saya dibikin gatal dibuatnya, tiga hari gak ganti CD ternyata berabe juga! ingak… ingak… ting! (lho)


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: