Kiri Baru : Apakah sebuah ancaman??

    Beberapa hari lalu,ada sesuatu yang menarik di acara debat di salah satu stasiun TV swasta kita.yang bikin menarik adalah topiknya.emang ada apa dengan topiknya???topiknya adalah tentang kiri baru.dan yang jadi sorotan utama adalah PAPERNAS,partai baru yang diduga sebagai cikal bakal komunis.dan partai ini menjadi sorotan ketika acara partai yang sah secara hukum diserang oleh massa dari FPI…

     Hadir pada diskusi malam itu,dari pihak yang kontra terhadap partai ini Bapak Fadli Zon ( Dir.Institute For Policy Studies ),dan Bapak Alifian Tanjung ( Ketua Presidium Komando Aksi Anti Komunis ) dan pada pihak yang mewakili Papernas adalah Ibu Dita Indah Sari selaku Majelis Pertimbangan Papernas dan Bapak Asvi Warman Adham selaku Sejarawan…

     Pada diskusi ato lebih tepat disebut debat,seperti biasa,orang pinter gak ada yang mau kalah.jadi pada diskusi itu,ibu Dita dari Papernas menjelaskan bahwa Papernas itu bukan partai komunis seperti yang dituduhkan orang2…mereka Cuma aliran kiri.dan kiri gak selalu komunis…

 Sempet ada pertanyaan dan pernyataan yang menyakitkan hati,saat moderator bertanya

 
 M : Ibu Dita,apa Ibu adalah seorang Komunis ?!

 D : Saya bukan Komunis !

 Dan langsung ditimpali oleh pernyataan yang menyakitkan hati juga oleh bapak alifian

 
A :  Mana ada maling ngaku ??!!

 Coba liat wajah si ibu dita,merah menahan marah…

     Bapak Alifian juga menjelaskan bahwa Partai kiri adalah partai komunis dan Papernas adalah cikal bakal partai komunis…dan bapak fadli zon juga menambahi,dia membaca UU ( gak tau nomer brapa,lupa! ) yang bunyinya “ Partai yang membahayakan idelologi Negara sah buat dilarang “…

     Dan debat pun berlangsung dengan serunya…dan seperti biasa,kalo orang pinter debat,gak ada yang mau kalah.ada aja counter buat mbales perkataan lawan diskusi.mungkin mereka malu kalo kalah berdebat sementara mereka menyandang gelar S3 dibelakang nama mereka.dan seperti orang pinter lain,mereka kalo ngomong kadang2 suka pake kata2 sulit,yah,biar dianggep pinter,hehehe…

     However,terlepas dari perdebatan itu semua,saya ingin membahas masalah ini melalui sudut pandang saya,sudut pandang seorang mahasiswa katrok nan lugu.dan perkataan saiah gak mengandung unsure pinter,karena saya bukan orang pinter,dan saya juga gak akan keminter…

    Kalau dilihat,sebenernya papernas itu sah secara hukum,dan saat mereka mengadakan acara macem konfrensi,mereka mendapat izin dari pihak kepolisian.tapi kenapa para orang2 sok tau dan sok menjadi orang hukum dan yang lebih menyedihkan lagi,mengatas namakan agama islam,menyerang acara tersebut…dan yang lebih ironis,mereka memukuli para anggota papernas,melempari bus yang ditumpangi anggota papernas,dan bahkan sampai memukuli ibu2 meski hal itu dibilang sebagai akal bulus komunis oleh bapak Alifian…

     Tetapi jelas,anggota FPI itu melanggar hukum…disaat ada acara yang disahkan,mereka dengan semena2 merusak acara tersebut.berarti itu bertindak diluar kuasa mereka.mereka bukan polisi,tapi kenapa mereka membubarkan acara resmi yang sah hukum??emang mereka siapa??dan yang lebih memiriskan hati,mereka bertindak anarkis…kalo memang mereka orang islam sejati,mereka pasti tau kalo islam tidak pernah mengajarkan kekerasan,kalo bisa berdiskusi secara damai kenapa harus anarkis??gak habis pikir aku…

     Komunis memang membawa sugesti yang buruk…masih ingat kata Stalin? “ Aku tak akan ragu berjalan diatas 30 juta mayat untuk menegakkan paham komunis “…dan memang pada sejarahnya komunis memang membawa dampak buruk pada pengikutnya.Mulai perang saudara di Korea,Runtuhnya Uni Sovyet,perang Vietnam sampai Pemberontakan PKI di Indonesia…semua membawa luka,semua membawa perih…

     Dan di Indonesia sendiri,Komunis identik dengan kaum tak beragama…semua yang komunis adalah semua yang tak percaya tuhan…dan bagi orang Indonesia yang ngakunya beragama,komunis itu haram,komunis itu najis…tapi ingat,jangan pernah mendosakan orang,karena  yang berhak mendosakan seseorang adalah Tuhan,dan kita jelas bukan tuhan.dan kalo kita berpikir komunis adalah orang yang tak percaya tuhan,berarti di Indonesia banyak dong para komunis..karena pada zaman modern ini,sudah banyak orang yang gak percaya pada tuhan ato lebih parah lagi,ngakunya beragama tapi bertingkah laku sperti orang gak beragama…

     Jadi dalam kasus ini,janganlah membawa nama agama,apalagi kalo bertindak anarkis,karena agama manapun tidak ada yang mengajarkan kekerasan.dan kalau misalnya Papernas dicurigai adalah partai komunis,biarlah pihak berwenang – dalam kasus ini tentu polisi- yang menyelidiki.kalau misalnya terbukti Papernas adalah partai komunis,tentu akan dibubarkan,gak mungkin lah akan dibiarkan…

     Tetapi Hikmah yang bisa saiah simpulkan adalah,Jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan kalau kelembutan dan kasih sayang bisa menyelesaikannya…jadi mari,bagi orang yang ngakunya beragama dan merasa “ penasaran “ sama Papernas,ayo kita bersilaturahmi dan berdiskusi bersama….

 Let Love In…Let Spread Love In The World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: