Nulis? gak penting!!

Ceritanya,kemaren 2 orang sahabat main-main kerumah saya.dalam keadaan kamar berantakan dan nyawa yang masih “ setengah “ karena baru bangun tidur saya pun menyambut mereka.saat mereka melihat kamar saya yang memang setiap hari berantakan mereka berkomentar pendek namun begitu mengena di hati “ Nih,kondisi kapal Black Pearl (lihat Pirates of The Carribean ) yang habis dimeriam “

 

Nah,setelah saya mempersilahkan mereka masuk ke dalam kamar saya,saya pun pamitan untuk mandi.nah,saat itu pula mereka dengan beringas mengacak-acak isi kamar saya,mulai melihat-lihat koleksi bokep di computer,baca koleksi buku saya,ngacak-ngacakin koleksi kaset saya,dan yang menjadi tema tulisan ini,mereka menemukan buku diary saya saat saya masih duduk di bangku SMP.dan mereka pun dengan entengnya membaca.

 

Saya baru sadar mereka telah membaca buku diary saya saat saya sudah selesai mandi,dan melihat mereka tertawa keras sambil berkomentar macam “ anak rock n roll kok nulis buku diary “ ato “ wah,mau nyaingin ratu,nulis dear diary 2 neh! “ dan sederet ejekan-ejekan yang mengesankan bahwa menulis dalam buku diary adalah kelakuan yang aneh,weird atau terkesan perbuatan banci.jujur aja saya sedikit malu,karena isi dalam buku keramat itu adalah keluh kesah,cerita ala anak SMP mulai sumpah serapah pada guru sampe mimpi basah pertama kali.

 

Tapi yang bikin saya berpikir perilaku 2 sahabat saya yang seolah mencerminkan bahwa menulis itu tidak penting dan bukan sesuatu yang esensial.saya mulai belajar menulis saat saya beranjak duduk di kelas 3 SD.kakek saya tercinta menekankan betapa pentingnya menulis.dengan menulis orang bisa merubah dunia,coba saja kita menengok ke Nietszhe dengan Also Sprach Zarathusta atau Karl Marx dengan Das Kapital-nya.dengan menulis buku,kita bisa menjadi kaya,coba lihat J.K Rowling yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia karena menulis Harry Potter.dengan menulis pula kita bisa menciptakan kontroversi di seluruh dunia,coba tengok Salman Rusdhie yang di fatwa mati oleh Imam Khomeini setelah menulis Satanic Verse yang menjadi kontroversi di seluruh dunia karena isinya di anggap telah menghina umat islam,.intinya,menulis itu penting,titik!

 

Saat kakek saya memberi petuah bahwa menulis itu penting,saya mulai belajar untuk menulis,meskipun hanya berupa coretan tak bermaksud di selembar kertas.akhirnya saya belajar merekam hari-hari saya lewat tulisan dalam buku yang disebut orang,diary.di jaman postmodern ini saya juga masih belajar menulis dan terus menulis lalu menuangkannya dalam blog saya .dan saya masih tetap ingin terus belajar menulis,karena itu saya gabung dengan Tegalboto ( LPM Unej… )

 

Tapi hal ini menjadi sebuah ironi saat para mahasiswa yang dijujug masyarakat sebagai agent of change malas untuk menulis.padahal kita semua tahu bahwa menulis itu penting.oleh karena itu sedari kecil kita diajari menulis dan membaca,bukannya menggoda cewek.karena apa?ya karena menulis itu lebih penting dari menggoda cewek,meskipun saya berpikir bahwa menggoda cewek tidak kalah penting dengan menulis,hehehe.bahkan Napoleon Bonaparte pun menganggap menulis itu penting.coba ingat sebuah kalimat legendarisnya “ Sebuah pena lebih tajam daripada sebilah pedang “

 

 Sekarang,mari sejenak melihat ke diri kita masing-masing.sudahkah kita menganggap menulis itu penting?ini adalah sebuah pilihan bagi kita semua,toh hidup adalah sebuah pilihan.apakah kalian memilih untuk tidak menulis dan menjadi orang biasa ,atau kalian ingin merubah dunia lewat tulisan kalian.semua terserah kalian. Jadi,di akhir paragraph dari tulisan pendek saya ini,saya mengajak pada diri saya sendiri dan kalian semua untuk terus menulis dan tak pernah lelah untuk belajar menulis.

 

 

 

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Rikian said,

    Cieeeeeeeeeeeee….makin bagus aja tulisannya…!!!!
    Terusssss makin eye ketcing aja blognyah…
    Ini pujian beneran secara obyektif dan dari dalem hati tauk!
    jarang2 kan aku muji kamu..???
    hehe
    maap maap ajah soalnya bingung nyari apa yang bisa dipuji dari kamu..
    wakakakak!!!!!
    hehe.
    Btw…hidup Rushdie!!!!!!!
    -baru dapet tugas Politik bahas si Satanic,, ceritanyah-

  2. 2

    Rikian said,

    OIa…
    nulis itu penting!!!
    bilangin tu ke anak2 setan yang bilang kalo nulis ga penting!!!!
    kalo nulis ga penting…
    1. Bakal nggak lulus EFIR 1, 2, 3 -English 4 International Relations 1, 2, 3-
    2. Bakal nggak lulus PIP- Pengantar Ilmu POlitik- yang tugas papernya setan banget tiap minggu
    3. Bakal nggak lulus PIE -Pengantar Ilmu Ekonomi- yang studi kasus tiap minggunya bisa bikin botak nggak terarah
    4. Ga bakal bisa kuliah soalnya kalo nggak nulis, aku bakal nggantungin idup kemana????????
    5. Ga bakal bisa ikut UN sama SPMB, soalnya kalo nggak nulis, aku bisa beli form dan ngelunasin SPP darimana??????
    6. Ga bakal ditugasin ke luar negeri sama Deplu dan Duta Muda ASEAn
    7. Ga bakal bisa lunch sama Menlu
    8. Ga bakal bisa ngapa2in….cuma stak di rumah sebagai mahasiswa terus kalo udah lulus sulit kemana2….
    Ahhhhhh dasar mahasiswa setan tu temen2mu…
    aku protes!!!!!!

    hehehehehehe.
    OIa, kadang2 jadi kangen sama kamu…
    ahahahahahaha
    hoekkkkkkkkkk…!!!!
    ternyata situ masi idup tohhhhhhhh…kirain udah mati…..soalnya ga ada kabar…
    heuheuheu

  3. 3

    aklam said,

    hahahahha bener ki! nulis itu penting ran! koncomu taek iku! U R WAT U WRITE! tulisanmu keliatannya udah mulei menemukan bentuknya. kalo aku rasa, tulisanmu itu sarat deskripsi. tapi mungkin kurang detil. seandainya bisa kamu bakal nulis kayak Dahlan Iskan. jarang lho orang bisa deskripsikan satu keadaan dengan bagus. menulis terus ran, keliatannya jodohmu lewat tulisan nih! hehehehe


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: