Namaku Zugeng….

Sebuah catatan kecil dari SBC 07

By : Nuran Wibisono

    Di sela – sela event SBC 07, ada 1 anak ajaib yang tiba – tiba muncul di tengah – tengah panitia. Gak ada yang tau dari mana asal tu anak setan, tau-tau aja dia datang, ikut nimbrung ama panitia sampe ikutan ngegosip bareng.

    Saat ditanya siapa dia, Dia dengan tampang mesum nan bloon menjawab dengah stylish “ jenengku Zugeng, nggawe Z lo…aku iki premane alun-alun,lek sampean disalahi wong,ngomongo aku,tak hajar wonge,tak sikat!!! ( baca : namaku Zugeng,pake Z lo.aku ini premannya alun-alun,kalo anda di usili sama orang lain,bilang aku,aku hajar dia,aku sikat!! ) yang mendengar tentu saja hanya bisa mesem – mesem dan tertawa tak karuan. Gimana nggak, kalian bisa membayangkan ada preman bertubuh kecil nan kurus laiknya anak kurang gizi, bergigi ompong, rambut merah dan kulit hitam legam karena terbakar matahari dan resleting celana yang tak pernah tertutup? Tentu itu semua hanya guyonan dia ( belakangan aku tahu kalau dia selalu mengucapkan kalimat-kalimat ajaib itu setiap berkenalan dengan orang baru ) Itulah Zugeng, seorang anak manusia yang entah berasal dari mana….

 

    Hari esoknya, banyak panitia yang mengira si Zugeng udah ngacir pulang karena gak keliatan seharian. Ternyata malamnya si Zugeng muncul lagi. Dengan pakaian dan dandanan sama seperti kemarin. Dia dengan jujur dan tanpa malu – malu mengakui kalau dia gak mandi dan gak ganti pakaian sejak 3 hari lalu. Pantes aja bau nafasnya kayak jigong dan bau badannya kayak taik dinosaurus (emang tai dinosaurus baunya kayak apa?) dan dia tetap berkeliaran gak jelas di arena tempat SBC. Dan satu lagi yang harus di saluti dari anak kecil sinting itu, dia masih PD buat nggodain cewek-cewek seksi yang bertebaran di arena SBC meski tanpa mandi dan ganti baju selama 3 hari…salut cuk!!

    Malemnya saat panitia beres-beres, Si Zugeng turut pula membantu.dia bilang “ mas aku oleh nginep kene gak? “ yang artinya : mas,aku boleh nginep sini gak?… Para temen panitia pun mengiyakannya. Saat malam semakin larut dan dingin, dia bercerita tentang siapa dia sampai kenapa dia ada disini. Dan yang bikin malam itu menjadi hangat adalah cara bercerita Zugeng dan gaya bahasa Zugeng yang mencampur bahasa, mulai bahasa Jawa, Madura hingga Inggris ( meskipun dia tidak tahu artinya… )

    Si Zugeng ini ternyata masih umur 16 tahun. Wajahnya emang keliatan lebih tua dari umurnya, tapi cara bicara dan perawakan tubuhnya tak bisa menipu. Kok bisa dia sampe ada di tengah –tengah kita? Dia pun bercerita dengan semangat kalo dia minggat, dan masalahnya unik sekaligus menggelikan, karena putus ama cewek… waduh!! Cerita pun terus mengalir deras dari bibirnya yang hitam karena kebanyakan merokok. Dan tawa tak pernah absen dari para panitia, ya itu tadi gara-gara cara ngomong si Zugeng sampe fisiknya yang bikin ketawa.

 

    Lalu tiba-tiba sambil menyedot rokok kretek murahannya, Dia berkata “ adem-adem ngene enake nyenuk “… Tau artinya gak? Makanya belajar bahasa jawa dul, aku capek nerjemahkannya. Artinya tuh kurang lebih “ dingin2 gini enaknya ML ama PSK “ para panitia pun tertawa sekaligus bertanya – tanya, apa si Zugeng ini benar- bener udah pernah “jajan” ato itu cuma celetukan usilnya aja??

                                                                  Aku yang paling getol bertanya, tentu saja penasaran. Ternyata si Zugeng emang udah gak perjaka lagi ( kalah lu!! ) dia mengaku udah pernah beberapa kali jajan di sekitar Alun-Alun. Dan dia bercerita dengan polosnya kalo dia paling sering membooking PSK primadona bernama Zuzi ( lagi-lagi dia mengganti huruf S dengan Z ). Gokilnya dia bercerita sambil merokok dan mata terpejam seakan dia menikmati saat-saat dia bercinta dulu. Waktu aku nanya gimana cara bayar PSK yang di booking, si Zugeng lagi-lagi dengan polos berkata “ mbak Zuzi sakno karo aku, dadine aku dikei gratis. De’e yo ngomong, lek kenthu karo aku gak kroso, soale tekku cilik…” yang jika di artikan tanpa sensor menjadi “ Mba Zuzi kasihan sama aku,jadinya aku dikasih gratis. Dia juga bilang kalo ML ama aku gak terasa, soalnya penisku kecil “ terang aja aku dan temen-temenku yang lain jadi ketawa terbahak-bahak yang diikuti tertawa si Zugeng yang jauh lebih keras dan menjijikkan,hehehe….

    Pagi menjelang. Aku pun pulang sejenak untuk sekedar mandi dan say hello sama orang tua,karena udah hampir 2 minggu aku gak pulang. Setelah mandi,aku ingat kalo ada beberapa hem, kaos dan celana panjang yang udah jarang aku pake. Mungkin terdorong rasa simpatiku terhadap mahluk cabul bernama Zugeng itu, aku mengepak pakaian-pakaian itu, tak lupa sebuah sabun, sikat gigi dan odol sebagai pelengkap. Lalu aku berikan pada Zugeng. Dia pun kegirangan dan tak lupa mengucapkan banyak terima kasih. Aku pun berpesan “ geng, nanti malam tuh final basket, ada acara musik juga. Pasti banyak cewek cantik dan seksi yang datang, kamu mandi, sikat gigi, ganti pakaian, jangan lupa sisiran, biar keliatan ganteng, sapa tau ntar ketemu cewek seksi yang mau diajak ngesex sama kamu meski penismu kecil “ Si Zugeng ketawa keras dan langsung berkata “ siap bozzz!! “

 

    Benar aja, malemnya begitu banyak cewek seksi berkeliaran di lapangan basket PKM, tempat diadakannya acara SBC. Aku yang sibuk ngurusi tetek bengek teknis gak begitu memperhatikan si Zugeng. Nah,pada saat aku mau tampil nge-band,ada yang manggil aku “ Mas Nuran!! “ ternyata yang manggil adalah sesosok kutu kupret kecil bernama Zugeng yang udah ganti baju, mandi, sisiran dan tak lupa memakai baju yang tadi siang aku beri…Aku hanya bisa senyum dan mengacungkan jempolku. Dan dia dengan gokilnya nggodain para cewek sambil bilang “ mau ngesex gak?? “ tentu aja cewek yang di goda misuh-misuh gak karuan. Aku pun hanya bisa tertawa sambil geleng- geleng kepala.

    Saat aku check sound, si Zugeng udah dengan gagahnya berada di depan panggung. Tubuh kecilnya terhimpit di antara para penonton yang rata-rata bertubuh lebih besar dari dia. Saat aku memainkan intro lagu Waiting-nya The Adams dia pun dengan gila berjingkrak-jingkrak gak karuan seakan tak mau kalah dengan penonton lain. Dan malam pun berlalu……………..

    Seusai acara, si Zugeng tetap dengan ritualnya,menolong kami beres-beres dan tak lupa menghibur kami dengan banyolan segar nan mesum. Di tengah hamparan karpet yang hangat, kami pun bercengkrama. Malam terus berjalan ditemani bintang yang bertaburan di angkasa dan rembulan yang bersinar genit. Tak terasa satu persatu panitia tertidur. Mungkin karena capek, capek kerja ngurusi SBC dan tentu karena capek tertawa, mungkin juga karena telah di dongengi oleh mahluk titisan iblis cabul bernama Zugeng.

    Entah pelajaran apa yang bisa di dapat dari seorang anak kecil cabul seperti dia. Mungkin kalau dilihat sekilas mungkin tak ada yang bisa didapat dari anak seperti dia. Tapi setelah aku selami lebih dalam, banyak sekali pelajaran hidup yang bisa aku dapat dari seorang bolang ( bocah petualang ) seperti dia.

    Dia seakan mengajarkan pada aku dan teman-temanku bagaimana harus bahagia dan optimis dalam menjalani hidup, tentu saja dengan cara bercanda dan selalu tertawa dalam keadaan apa pun. Dia juga mengajarkan padaku bagaimana seorang lelaki harus hidup, bebas seperti burung dan goin’ where the wind blows. Si Zugeng tanpa perasaan takut meninggalkan rumah dan belajar hidup mandiri ( meski itu berarti dia harus hidup menggelandang ) dan jauh dari orang tua. Aku sendiri ( dan mungkin kalian juga ) mungkin takut kalau disuruh meninggalkan rumah tanpa bekal apa- apa seperti si Zugeng. Si iblis kecil itu juga mengajarkan padaku kalau lelaki harus berani mengambil keputusan, meski pahit. Dan si Zugeng mengambil keputusan berani, keluar dari rumah pada saat umur 16.

    SBC telah usai. Itu berarti pula berakhir juga kebersamaan antara aku dengan seorang bocah ajaib bernama Zugeng. Kemunculannya hanya singkat saja, ibarat pelangi yang muncul sejenak setelah hujan. Memberikan warna indah tersendiri bagi kehidupan, entah itu kehidupanku, teman-temanku atau kehidupan si Zugeng.

Saat aku bertanya kemana tujuan dia setelah SBC usai, dia dengan wajah serius dan sulit dipercaya menjawab penuh petuah “ gak tau aku mau kemana,biarlah kaki ini yang menentukan….” Dan aku hanya tersenyum sambil menepuk pundaknya saat mengetahui dia bisa serius dan mengucapkan kata bijak seperti itu. Dan aku berpikir mungkin seperti dialah gambaran lelaki sesungguhnya yang digambarkan Ronnie Van Zant dalam Free Bird.

If I leave here tomorrow, would you still remember me? For I must be traveling on now. Cause too many places I’ve gotta see. ‘Cause I’m as free as bird, and this bird you cannot change, oh lord knows I cant change….. “

 

 

Jember,17 September 2007

Ditemani segelas teh hangat dan lagu-lagu keren dari

Lynyrd Skynyrd, Gary Moore dan Syaharani & The Queenfireworks

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    aklam said,

    iki artikel mesum CUK! jangkriiiiik! ceritamu membawa anganku seperti berhadapan langsung dengan Zugeng! taek cuk! gilo aku, langsung sholat duarokaat+mandibesartujuhkaliyangsekalipakepasir! asu koen!
    “namaku Ayoz, pake Z mas…”

  2. 2

    Herizal Alwi said,

    Hm……


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: