Backpacking Yuk!

                Jalan-jalan, kalau bahasa kerennya sih, traveling. Banyak orang cenderung menyamakan antara traveling dan backpacking. Tapi sebenernya ada satu perbedaan yang cukup mencolok, yakni kebiasaan atau habit antara traveler dan backpacker.

                Menurut kacamataku, traveler zaman sekarang udah identik dengan turis. Turis disini bisa diartikan, orang asing yang datang ke suatu tempat, lalu menghabiskan uangnya untuk buying things. Hal ini sangat kontras dengan para traveler zaman dulu, sebut saja Ibn Batutta atau Marcopolo. Mereka disebut traveler karena melakukan perjalanan, atau lebih tepatnya, berpetualang, menemukan tempat baru yang eksotis nan misterius. Tapi seiring zaman, dimana internet bukan barang asing, dimana gerai Versace, Mango ato Dolce Gabanna bertebaran di seluruh pelosok tempat wisata, saat Starbucks dan Mc Donald sudah menjadi makanan wajib, maka berubah pula tujuan serta makna dari traveling. Orang yang dulunya disebut traveler karena lebih memilih mencari pengalaman (buying experience), sekarang maknanya tereduksi menjadi turis, yang lebih memilih membeli barang (buying things).

                Pencarian pengalaman sekarang lebih identik dengan Backpacking atau advonturir. Menurut pandanganku, backpacker disini adalah orang yang memanggul ransel, berpetualang mendatangi tempat yang sama sekali baru, dan cenderung (jauh)ebih hemat dibandingkan dengan para turis. Mereka juga lebih memilih membeli pengalaman, bukannya barang atau oleh-oleh. Maka jangan heran, ngambek atau menggerutu ketika melihat seorang backpakcer pulang tidak membawa oleh-oleh melainkan ratusan foto. Bukan karena mereka pelit, tetapi ya karena itu, mereka lebih memilih membeli pengalaman dibanding membeli oleh-oleh. Dan banyak orang yang menganggap bahwa backpacker itu identik dengan perjalanan yang sengsara, menggelandang atau gak mandi berhari-hari (itu backpacker ato gelandangan?hehehe….). bisa dibilang pendapat itu gak sepenuhnya salah. Karena bagi para backpaker, hemat adalah salah satu cara termudah untuk survive. Tapi menurutku, kalau kalian berpikir backpacker harus melakukan perjalanan dengan sengsara, kelihatannya kalian harus merubah sedikit sudut pandang kalian tentang backpacker. Perjalanan hemat bukan berarti perjalanan yang sengsara kan?

                Banyak cara agar perjalanan kita menjadi lebih menyenangkan. Akan lebih menyenangkan lagi kalau tempat yang akan kita kunjungi, ada sanak saudara yang bermukim disana, bisa menghemat uang losmen dan uang makan. Sapa tau lagi, kita dapet uang saku, hehehe. Beberapa tips traveling ala nuran yang didapat dari hasil bertapa di alas purwo sambil telanjang bulat, haha, gak ding, ni berdasarkan pengalamanku yang meski Cuma seupil, siapa tahu bermanfaat:

1.       Survey dulu lokasi yang akan kalian kunjungi. Perjalanan tanpa survey bisa dibilang bagai orang buta yang berjalan tanpa tongkat. Cek juga tempat menginap yang murah meriah, tempat  yang menarik untuk dikunjungi. Sebenernya gak  ada peraturan tertulis, tapi ada baiknya kalau kita tidak mengunjungi mall. Kenapa? Ya rugi lah jauh-jauh backpacking, mainnya kok ke Mall. Cari tempat lain yang jauh lebih eksotis, macem air terjun, candi, kebun buah atau tempat unik lainnya.

2.       Hitung budget perjalanan, dan cocokkan dengan tempat tujuan kalian. Sebenarnya ini masih berkaitan dengan manajemen ekspedisi ala para pendaki gunung. Jangan lupa sediain beberapa puluh ribu rupiah buat budget cadangan. Pisahkan dengan budget utama. Hal ini untuk jaga-jaga kalau-kalau kita kehabisan uang. Kalau emang udah mentok, trus keabisan duit, kalian bisa menjual salah satu barang yang kalian bawa, macem celana atau kaos. Tapi kalau manajemen ekspedisi kita udah bagus, insyaallah gak akan terjadi deh yang namanya jual celana atau jual keperjakaan, hahaha…

3.       Backpacker biasanya lebih memilih ransel daripada koper ala turis. Tujuannya tentu untuk mempermudah mobilitas kita. Kalau membawa ransel ukuran besar (carrier), taruh matras didalam carrier, lalu gulung, sehingga carrier membentuk jadi lonjong sesuai matras yang digulung. Prinsip dasar packing ini diajarkan dalam materi packing di organisasi pecinta alam. Tujuan dari hal ini agar carrier lebih seimbang, dan bentuknya juga lebih enak dipandang, yang tentunya berdampak positif bagi yang memanggul ransel (lebih ringan dan tidak menyakiti bahu). Cara untuk menentukan apakah packing kita sudah benar atau masih salah adalah, kalian coba berdirikan carrier yang udah penuh terisi barang kalian. Kalau tu carrier bisa berdiri tegak tanpa harus dipegangi, berarti packing kalian udah bener. Kalau diberdirikan ternyata miring, atau bahkan jatuh, itu tandanya packing kalian salah.

4.       Prinsip dasar packing lainnya adalah, taruh barang-barang yang lebih ringan dibawah. Lalu berturut-turut taruh barang yang lebih berat. Hal ini bisa membuat carrier terasa lebih enteng.

5.       Kalau bisa, masukkan baju dkk kedalam kantong plastik (kresek). Hal ini berguna ketika turun hujan. Baju dkk tidak akan basah, dan kita tetap hangat.

6.       Jangan lupa peralatan mandi. Handuk cukup bawa yang kecil aja, yang penting cukup buat handukan setelah mandi. Obat-obatan pribadi juga sebaiknya dibawa.

7.       Sepatu kets atawa sandal gunung adalah alas kaki terbaik, terutama jika perjalanan menuntut kita untuk berjalan cukup jauh. Jangan sekali-kali traveling memakai sepatu hak tinggi. Lebih baik kalian mejeng di mall aja. Toh otak kalian cukup waras untuk tahu bahwa sepatu hak tinggi gak pantes dan gak nyaman buat dipakai traveling.

8.       Celana dalam alias CD juga wajib jib jib buat dibawa. Kalian gak mau kan “si Joni” kalian jadi lecet dan bau gara-gara gak ganti CD selama beberapa hari. Tapi buat yang gak mau repot, ada cara unik nan menjijikkan. Kalian mau coba? Metode ini udah dipakai sejak jaman baheula. Dinamakan Side A Side B. Inti ajarannya adalah, setelah bagian dalam udah agak bau dan berwarna menjijikkan, balik aja celana dalam kalian, bagian luar jadi bagian dalam, dan sebaliknya. Hmmmm, cukup kreatif kan? Kalian mau coba? Atau bagi yang jijik, ada cara yang lebih mudah, mau tau????? Gak usah pake celana dalam sekalian!

9.       Sesuaikan barang bawaan dengan tempat tujuan kalian. Hindari membawa barang yang gak berguna. Masa kita membawa celana renang, padahal tujuan kita ke Kawah Ijen. Gak nyambung kan?

***

        Banyak orang memiliki anggapan yang salah tentang backpacking, atau bahkan traveling. Banyak yang mikir kalau orang yang suka backpacking atao traveling adalah orang-orang yang banyak duit, alias orang tajir. Orang yang berpikir seperti itu, sebaiknya kita jitak kepalanya.

Hitchiking, salah satu cara menghemat duit…

Courtessy: http://oengoemeloeloe.multiply.com/

 

 

        Banyak jalan menuju roma, banyak cara agar dapat dana buat backpacking. Mau tau beberapa cara dapet duit ala nuran? Check these out!

1.       Nabung! Hal ini merupakan hal paling mudah sekaligus paling sulit buat dapetin dana buat backpacking. Mudah karena kita cukup masukin duit jatah bulanan kita ke dalam rekening ato celengan kita. Usahakan hal ini rutin dilakukan, setiap minggu 10 ribu, maka dalam 6 bulan (1 semester), kalian bisa hitung sendiri berapa duit yang terkumpul. Susah karena, kadangkala kita punya beberapa item kebutuhan mendesak yang harus menelan duit cukup banyak. Dan sering kali, timbul banyak godaan untuk membeli barang yang kita pengen. Godaan ini umumnya terjadi pada kaum hawa.

2.       Cari koran bekas atau botol bekas. setelah terkumpul cukup banyak, segera pergi ke pengepul koran atau botol bekas, jual!Gak papa lah kita dibilang pemulung. Toh, duitnya lumayan gede.

3.       Buat para anak SMU, kalian bisa lakukan hal yang sedikit berbau kriminal, misal, ngendap-ngendap masuk ke dalam kelas. Biasanya beberapa anak badung dan males, ninggalin buku-buku paket atau diktat di dalam laci meja, kalian bisa curi itu, hehehe. Kumpulin buku-buku haram itu, lalu jual ke tukang loak, hohoho. Kalau yang takut ama hal-hal gituan, ya ikuti aja saran nomer 2.

4.       Ngamen! Ini cara yang cukup mudah, halal pula. Cukup berbekal satu buah gitar, dan suara yang kadang-kadang mengkhianati khazanah bernyanyi yang benar, kalian bisa keliling kompleks perumahan untuk nyari duit. Gak perlu tampang seganteng Delon atau suara semedu Mike Idol, cukup tau beberapa lagu populer dari band macam Kangen, Matta atau Vagetoz, kalian bisa dapetin duit yang cukup gede. Tapi ngamen ini juga perlu beberapa syarat, antara lain tahan jalan kaki ama tahan malu. Kalo kalian ngerasa pemalu, jangan ngamen! Perlu diingat juga, kalo ngamen jangan membawa terlalu banyak temen. Selain nanti jatah duitnya berkurang, bisa-bisa kalian dikira mau ngerampok, hohoho.

***

        Backpacking bisa dilakukan oleh siapa saja. Tak perlu banyak omong atau banyak cing cong… cukup bermodal niat dan keberanian aja untuk memulai sesuatu yang beda. Fortune favors the bold! Apa lagi yang kalian tunggu? Segera kemasi carriermu, dan mulailah backpaking!

 Traveling, all you have to do is take your first step……   

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    fie said,

    wah, keren neh artikel. makasih yaks… btw, koran bekas satu kilo berapa ya?

  2. 2

    angger said,

    wah bagus info ni..
    makasih atas info nya..
    boleh saya posting ke dalam blog saya??
    imajinasibackpacker.blogspot.com


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: