Apa Aku Berada di Surga? Atau Mereka Mengundang Mahluk Surga?

Dari kejauhan tampak pulau kecil itu, tampak begitu mungil ditengah lautan yang luas dan kejam. kapal kecil yang aku naiki berjalan pelan menuju pulau itu. langit tampak cerah, biru menggoda. air laut yang berwarna biru tua pun hanya sesekali bergelombang kecil. ya, cuaca sedang cerah, seakan sedang menyambutku. bunyi diesel kapal yang berisik seakan tak mampu membuyarkan konsentrasiku akan pulau itu. dari kejauhan tampak gerombolan burung camar terbang mengelilingi pulau itu. kapal semakin mendekati pulau itu, perlahan namun pasti. semakin dekat, tampak gradasi warna air laut berubah. ya, air laut yang sedang surut ini sekarang berwarna hijau muda. dan tampaklah! lihatlah! ratusan atau bahkan ribuan ikan beraneka jenis dan warna berenang de ngan bebas, mereka berseliweran dengan santainya. tampak oleh mataku ikan badut ( Amphiprion clarkii ) atau yang lebih dikenal dengan nama ikan nemo. tampak pula ikan barakuda ( Sphyraena barracuda ) hingga ikan pari ( Taeniura lymma ). bukan hanya ikan-ikan nan lucu itu yang berenang, tak ketinggalan pula ada maskot dari pulau ini, penyu hijau raksasa ( chelonia mydas ) yang sesekali muncul ke permukaan air. ada pula sebagai penghias alami laut ini, para terumbu karang yang dijadikan tempat bermain ikan-ikan kecil. terumbu karang, mereka tampak tenang dibawah sana, sama sekali tidak takut akan tangan jahil manusia, karena mereka tahu mereka aman disana. kapal semakin mendekati dermaga. tampaklah oleh mataku, ratusan pohon kelapa yang berdiri gagah, mereka seakan meyambut kedatanganku. daunnya yang besar dan rindang bergoyang dihembus angin. mereka tampaknya bangga sebagai penhuni tertinggi di pulau ini semenjak ratusan tahun yang lalu. tak ada dan semoga tidak ada pencakar langit yang merampas kedudukan mereka sebagai penghuni tertinggi di pulau ini. sejenak aku tertegun… “apa aku sedang berada di surga?”
ROAD TO PARADISE
Ternyata aku tidak sedang berada di surga. Saat ini aku dan carrier tuaku sedang menginjakkan kaki di Kalimantan Timur, Tepatnya di kabupaten Berau. Dan surga yang aku gambarkan barusan? itu bukan surga kawan, melainkan suatu pulau kecil di Berau  yang bernama Derawan. Pernah dengar nama itu? mungkin beberapa sudah pernah mendengar nama itu, dan sebagian belum pernah. Maklum, meski pemandangan bawah lautnya tidak kalah dengan Bunaken, pulau ini masih kalah pamor dibanding Bunaken. Mungkin salah satu faktornya adalah sulitnya sarana transportasi menuju pulau ini.
aku masih belum ingin bercerita banyak, hanya sedikit memberi gambaran saja. Untuk cerita selengkapnya, nanti… Derawan menjadi titik terjauh dalam petualanganku kali ini. dan ceritanya tentu tidak akan berakhir hanya sampai disini.
Sekian dulu kawan. Oh ya bagi sahabat – sahabatku yang selalu menanyakan aku lagi ada dimana, saat ini aku masih berada di Surabaya, baru kemarin datang dari Kalimantan. Tapi sore ini aku pergi lagi ke Bandung, untuk menemui seorang wanita yang rela bersabar meladeni aku yang dengan egoisnya pergi ke Kalimantan disaat aku harusnya memeluk dia lebih lama lagi…
jadi…. sampai ketemu di tulisan berikutnya…
Bandung, tunggu aku…

9 Tanggapan so far »

  1. 1

    micko said,

    le, dolin tok ae,,, anakmu wis piro??? hahahaha….. nang baline bulan september ae ran……… lagi bokek…. piye sibatak sayang???? wis meteng pirang ulan??????

  2. 2

    micko said,

    o y ran,, 1 comment fotomu lumayan apik… ada kemajuan…. nyilih kamerane sopo dul???…. o y, kok mek iki tok fotone??? liyane endi??? foto sibatak sayang koq g ono??? penasaran aku karo bojomu…

  3. 3

    aklam said,

    jancuk! mlaku-mlaku dewean gak ajak-ajak! taek…

  4. 5

    Loh Kok Cuma ini maS fotoNYa ? Gak ada LaGi ato MasiH maLES upLOad ? Emang MaS , kaLimantan Keyen Sangad ! kaLteng aPaLaGi ! kemaREN mampiR Kesana gak ?

  5. 6

    saudara baru said,

    membaca tanggapan saudara nuran ini, aku harus mengelus dada, karena ternyata, seorang kawanku yang seharusnya tidak mengatakan “jancuk”, mengingat prestisenya di kampusnya cukup bagus, eh ternyata misuh juga.
    jika mas nuran tidak keberatan, boleh dong tanggapan saudara aklam itu dihapus, biar nama baiknya tetap terjaga. juga tanggapan saya ini. thanks alot ya!!!

  6. 7

    wahahahaha….

    ada pengkultusan di ITS rupanya, hahahahaha….

    wah, si aklam mah teman saya juga mas. saya cinta dia apa adanya. dia sering misuh2 kok… apa salahnya dengan misuh?

    toh aklam bukan nabi… bener toh?

    jadi biarin aja aklam misuh.

    toh si winda tetep cinta ama dia, hahahaha… bener gak yos?

  7. 8

    saudara baru said,

    oh ya sudahlah, jika anda dan teman anda itu masih menghalalkan bicara kotor. mau apa lagi.? saya sudah mengingatkan. bukan nabi kan bukan berarti ga mau berusaha untuk lebih baik?
    saya harap anda dan aklam bisa merenunginya.
    semoga saudara baruku ini tidak tersesat semakin jauh. amin

  8. 9

    Mas pud said,

    Di dunia maya kata2 baik akan dibalas berlipat lipat ganda. Demikian pula penyebaran kata-kata kotor, akan menuai pula bonus dosa setiap waktu sebanyak jumlah penyebarannya pada jutaan orang yg membaca… Uh naudzubilah… Tiap hari tanpa kita sadari.. Kita dikirimi bertumpuk tumpuk dosa akibat sedikit kesembronoan kita.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: