Playlist of This Week

Beberapa minggu ini saya lagi pusing. Pusing berat malah. Banyak masalah yang seakan berkonspirasi untuk membikin kepala saya menjadi pusing lalu pecah dan isinya berantakan. Mulai masalah band, lalu mengenai tulisan buat majalah tahunan Tegalboto, harus mencari uang untuk bertahan hidup dengan mengerjakan proyek translate, harus menjadi pemain basket dadakan dalam dekan cup, menjadi panitia untuk Dekan Cup hingga masalah dengan mahluk-mahluk imut nan menggemaskan yang bisa berubah menjadi mahluk yang menyebalkan. Mahluk itu dipanggil dengan sebutan wanita…
Saat itu saya jadi kembali tersadar. Betapa terkadang hidup itu bisa begitu melelahkan sehingga kadang bisa membuat kita lupa untuk sekedar tersenyum. Saya sekarang jadi paham bagaimana perasaan orang yang suntuk akibat bekerja. Selama ini saya selalu santai dalam menghadapi semua masalah. I’ll finish it all with my smile and laugh. Ternyata sekarang saya tidak bisa menghadapi cukup dengan senyuman.
Lagu menjadi senjata saya untuk bisa berperang dengan semua masalah itu. Dan berhasil, masalah saya akhirnya bisa terselesaikan satu persatu. Puji Jimi Hendrix. Benar kata sang pembunuh tuhan bernama Nietsczhe bahwa hidup itu adalah seni menyelesaikan masalah. Dan hidup jadi lebih menyenangkan dengan adanya masalah, dan menjadi jaduh lebih menyenangkan saat masalah itu terselesaikan.
Berikut ini adalah beberapa “senjata” saya dalam minggu ini:

1. Wonderbra – Indie V: Ah, lagi-lagi saya jatuh cinta dengan band ini. Band ini selalu berhasil membuat saya jatuh cinta. Mulai dari suara sang vokalis yang menggelegar bagai petir, suara gitar yang meraung-raung bagaikan iblis yang menjerit, cabikan bass yang mencambuk telinga anda hingga dentuman drum yang tanpa lelah bertalu-talu menggempur gendang telinga anda. Lagu ini berbahasa indonesia, berbeda dengan lagu-lagu di album Crossing the Railroad yang kesemuanya berbahasa inggris. Rupanya band ini sedang mencoba merambah ke ranah yang baru. Pattern lagu ini tetap sama, mengandalkan vokal Thera dan cabikan gitar yang “liar” dari Nosa. Asep sang pemain bass juga dengan lincah memainkan senar bass. Lagu ini paling cocok di dengarkan setelah bangun di pagi hari sambil menikmati segelas kopi panas dan sepiring pisang goreng hangat. Luangkan waktu anda untuk menari sejenak bersama musik gila ini.

2. 70′s Orgasm Club – Indonesia Supermarket Bencana: saya selalu suka dengan musik blues funk. Sama seperti saya menyukai band ini. Anto sang gitaris sekaligus vokalis ini memiliki jari sakti yang langsung bisa menyihir anda melalui kuping. Suaranya mungkin biasa saja, namun permainan gitarnya bisa membuat anda pingsan. Lagu ini memiliki aura black music era 70-80-an. Mungkin sedikit kelemahan dari lagu ini adalah suara vokal kadang masih berkejar-kejaran dengan suara musiknya. Namun hal itu adalah wajar mengingat tingkat kesulitan bernyanyi sambil bermain gitar. Hal ini perkecualian jika anda adalah tipe vokalis-gitaris macam Charly ST12 atau Pasha Ungu. Saya pernah mencoba melakukan peran sebagai gitaris-vokalis di atas panggung, dan hasilnya adalah sebuah cover the SIGIT yang sangat buruk. Saya juga menyayangkan bagian solo gitarnya yang saya rasa kurang panjang mengingat saya sangat menikmati solo gitar dari musik blues funk (Anto: hey bocah ingusan! Kau pikir mudah membuat solo gitar yang panjang?!). kalau 70′s OC bermaksud membawa pendengar ke tahun 80-an, they did it! Mission accomplished.

3. Shaggy Dog – Lagu Rindu: ini lagu lama, dari album Kembali Berdansa. Namun entah kenapa saya kembali menyukainya. Apa karena suasana hati? Sumpah, dulu pas dengar lagu ini, aura musik ini belum keluar dengan maksimal, masih kalah dengan lagu Kembali Berdansa dan Jalan-Jalan. Namun di suatu malam di sekretariat Tegalboto, saya iseng mendengarkan Lagu Rindu. Dan saya tersentak! Lagu dari Pasukan Sayidan ini terdengar begitu jazz di kuping saya yang awam ini. Meskipun lagu ini berlirik sederhana, entah kenapa liriknya begitu terasa sangat dalam. Lagu ini sangat cocok di dengarkan di malam hari saat hujan deras turun. Oh ya, kalau anda menyanyikan lagu ini, anda harus mempunyai kharisma seperti Heru sang vokalis. Kalau anda tidak bisa menjiwai lagu ini, maka jangan pernah menyanyikan lagu ini di depan wanita incaran anda. Beberapa hari lalu saya coba melakukan hal itu. Dan hasilnya adalah wanita incaran saya itu berguling-guling sambil ketawa keras.

4. Sir Dandy Harrington – Ode to Antruefunk: dulu saya berpikir hanya Pidi Baiq yang bisa menulis lirik lucu sekaligus bermakna dalam secara bersamaan. Namun saat saya mendengarkan lagu ini, damn, the writer is a genius! Sir Dandy, saya rasa adalah sebuah antitesis dari sosok ideal seorang frontman band rock. Dia adalah anomali dari semua anggapan tentang bagaimana seharusnya vokalis band rock berbahaya. Tak perlu wajah tampan, suara bagus dan badan six pack untuk bisa jadi vokalis band rock yang keren. Jujur, dalam lagu ini, cara dia bermain gitar pun masih kalah dengan anak SMP. Di awal lagu saja sudah terdengar bunyi “teeot” pertanda ada kesalahan dalam memainkan nada. Suara dia pun sumbang minta ampun. Tapi jangan salah dan jangan mencibir, coba didengarkan lirik lagunya. Isi lagu ini bercerita tentang dia yang begitu mengagumi sang Antruefunk, gitaris dan vokalis dari band 70′s Orgasm Club. Begitu menghibur. Dan satu lagi, bagi saya, Sir Dandy masih jauh lebih baik kalau dibandingkan dengan vokalis band-band melayu saat ini. You rock uncle!

5. Sting – Englishman in New York: lagu ini juga lagu lama. Namun ya itu tadi, saya jadi sangat sering memutarnya belakangan ini. Suara Sting terdengar begitu serak-serak basah dan merdu secara bersamaan. Nuansa reggata de blanc terdengar padu dengan unsur jazz di pertengahan lagu. Ah, saya sangat cinta dengan lagu ini. I’m the englishman in new york…

6. Gugun and the Bluesbug – Spinning Around Me: kalau banyak orang bilang Gugun adalah titisan SRV, mereka salah. Gugun is so much better! Hehehe… entahlah apa pendapat saya itu benar, apa hanya karena saya begitu terpesona dengan lagu ini? Sama seperti lagu Wonderbra, Spinning Around Me sangat cocok kalau di dengarkan di pagi hari saat tetangga masih pada tidur. Nyalakan perangkat sound system anda pada titik paling keras, dan putar lagu ini. Dijamin anda akan di usir dari kamar kos anda saat itu juga. Ah, saya cinta blues! Saya cinta funk! Dan saya cinta Gugun! Oh ya, jangan lupa ritual berdansa saat mendengar lagu ini, kalian harus melakukan itu!

7. AKA – Shake Me: Puji Janis Joplin! Dulu waktu masih SMP, saya hanya tahu God Bless sebagai raja musik rock Indonesia. Namun setelah sedikit berumur, saya tahu bahwa ada band bernama AKA yang bahkan jauh lebih gila dan jauh lebih rock dibanding dengan God Bless. Sejak itu saya menisbatkan AKA sebagai raja rock musik Indonesia dalam hati saya. Ugh! Apa yang bisa membuat penggemar rock tidak suka dengan dengan band ini? Nyaris tidak ada! Mulai dari vokalis Ucok yang seperti penjelmaan Jim Morrison (meski kalah tampan) yang selalu bisa memadukan unsur “the other side” dengan musik rock. Musik perpaduan funk, hard rock dan psychedelic. Oh ya, apa sudah saya katakan bahwa pronounciation Ucok sangat-sangat sempurna? Maafkan saya eyang-eyang God Bless, dengan terpaksa kalian harus menjadi pangeran rock saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: